Hukum Mengucapkan Niat Shalat

Pertanyaan:
Apa hukum mengucapkan(melafazkan) niat dengan suara yang terdengar (agak keras) ketika hendak shalat?
Jawaban:
Melafazkan atau mengucapkan niat shalat adalah bidah,adapun mengucapnya dengan suara yang terdengar(agak keras)maka dosanya lebih besar lagi,dan yang disuruh adalah berniat di dalam hati saja,karena Allah maha mengetahui perkara yang tersembunyi dan rahasia,Allah berfirman:
قُلْ أَتُعَلِّمُوْنَ اللهَ بِدِيْنِكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Katakanlah:apakah kalian ingin mengajarkan Allah akan agama kalian,padahal Allah maha mengetahui segala apa yang di langit dan di bumi? (QS.al-Hujurat:16)

Dan tidak ada hadits (maupun ayat),ataupun perkataan sahabat bahkan perkataan para imam yang empat yang menyuruh kita melafazkan niat,maka dari itu kita bisa simpulkan bahwa mengucapkan niat ini tidak ada perintahnya,bahkan termasuk perkara-perkara bidah yang diada-adakan saja.(Fatwa Syaikh Bin Baz diambil dari Majmu’ Fatawa Wa Maqaalat Mutanawwi’ah X/423)

2 Responses to "Hukum Mengucapkan Niat Shalat"

sule mengatakan...

Diriwayatkan pula dari Hudzaifah bin Abu Hudzifah dari Shafwan bin ‘Assal r.a., ia berkata:

“Aku pernah menuangkan air kepada Nabi saw. saat beliau sedang berada di tempat atau saat beliau sedang dalam perjalanan, ketika beliau hendak mengambil wudlu, lalu beliau memulainya dengan niat seraya berkata: Aku niat menghilangkan hadats wudlu”.

kenapa berwudhu rasulullah berniat?

Abuzaid mengatakan...

Seandainya sumber riwayat dicantumkan maka akan mudah kita telusuri keabsahan riwayat ini,karena begitu banyak orang menyebut hadits Nabi padahal itu bukan hadits,begitu mudah dan ringannya orang mengatakan "Nabi-shallallahu alaihi wasallam-bersabda...",padahal Rasulullah memberi ancaman yang keras bagi mereka yang berdusta atas nama beliau membuat-buat hadits palsu untuk berbagai tujuan,beliau bersabda dalam sebuah hadits yang shahih yang artinya:"Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka hendaknya dia mengambil tempat duduknya nanti di neraka"(Hadits shahih diriwayatkan Imam Bukhari(no:110),Imam Muslim(dalam muqaddimah kitab shahih beliau no:3&4),begitu juga sabda beliau yang artinya:"Janganlah kamu berdusta atas namaku karena barangsiapa yang berdusta atas namaku maka silahkan dia masuk neraka"(HR:Imam Bukhari (no:106),Muslim (dalam muqaddimah kitab shahih beliau no:1),Imam Ahmad dalam kitab Munad beliau I/83,juga dalam sunan at-Tirmidzy no:2660 dari sahabat Ali bin Abi Thalib,wallohu a'lam.

Posting Komentar

Pertanyaan dan komentar, akan kami balas secepatnya-insyaallah-.